Ketika Si Nona Tiba Entah Sebagai Teman Atau Gebetan, Tenang, Itu Semua Ada Lantaran Bung!

Posted by Ganas003 on 20.48 in

Memang tidak ada teori niscaya wacana cinta, apalagi menebak-nebak si nona yang tiba-tiba tiba entah sebagai sahabat atau gebetan. Bung niscaya terkadang malas jikalau si nona tiba hanya sekelebat lewat bagai kabut. Tak terperinci apa tujuan dan maksudnya sampai merasa hal tersebut hanya membuang-buang waktu saja. Padahal, awal  perkenalan begitu memicu tanda kepastian, jikalau si nona yaitu pribadi yang menyenangkan sekaligus nyambung di setiap obrolan.


Namun alur dongeng cinta yang mulanya anggun sanggup berujung pahit seketika. Tanpa ada tanda apa-apa. Bahkan Bung yang sempat dibentuk “tinggi” hati karena disetiap perlakuannya menciptakan sumringah wajah di muka, sanggup duka begitu saja kala beliau tidak mencicipi apa yang Bung rasakan. Sedih karena cinta memang receh, tapi jikalau kata Dewa 19 menangislah bila harus menangis.


Bisa Saja Si Nona Tidak Yakin dengan Bung, Karena Perasaan Tidak Menunjukan Hal yang Sama Antara Dua Insan Berbeda


Memang tidak ada teori niscaya wacana cinta Ketika Si Nona Datang Entah Sebagai Teman atau Gebetan, Tenang, Itu Semua Ada Alasannya Bung!


Si nona memang kerap menghilang namun selalu ada bila Bung hubungi duluan. Kodratnya pria memang untuk melangkah lebih dulu daripada perempuan. Kaprikornus ada hal yang sudah seharusnya Bung lakukan sebelum si nona lakukan, ibarat menunjukkan kabar. Kalau Bung bersikap angot-angotan, sanggup menciptakan si nona merasa tidak yakin, akhirnya beliau sanggup pergi begitu saja.


Kalau Bung tidak mau si nona menghilang begitu saja dari jarak pandang. Sebaiknya Bung berikan sinyal kepada si nona wacana kepercayaan perasaan Bung kepadanya. Hingga beliau yakin jikalau Bung memang menginginkan dirinya. Dengan cara ibarat si nona akan merasa yakin jikalau beliau tidak hanya dianggap sekedar teman, namun gebetan.


Bung yang Selalu Sibuk Berkutat dengan Pekerjaan dan Dunia Bung, Membuat Si Nona Segan untuk MengganguMemang tidak ada teori niscaya wacana cinta Ketika Si Nona Datang Entah Sebagai Teman atau Gebetan, Tenang, Itu Semua Ada Alasannya Bung!


Harus diakui Bung, pria memang suka lupa diri dengan dunianya sendiri dan kerjaan. Ketika ada satu hal yang harus dituntaskan, pria merasa hal tersebut harus didahulukan diantara yang lain. Kondisi ini menciptakan si nona takut untuk chatting lantaran tidak ingin mengganggu.


Rasa mengganggu tersebut menjadi penghalang bagi si nona dan Bung yang sedang sibuk, tidak memahami keadaan. Seketika menganggap si nona pergi begitu saja. Kedua hal yang tidak bersatu ini menciptakan Bung dan si nona terpisahkan dengan kondisi menggantung. Padahal jikalau Bung mau mulai lebih peka dan mengabari lebih dulu, relasi ini akan berjalan semestinya.


Bung Kerap Menjalin Hubungan Intens dengan Orang Lain Hingga Si Nona Merasa Tersingkir


Memang tidak ada teori niscaya wacana cinta Ketika Si Nona Datang Entah Sebagai Teman atau Gebetan, Tenang, Itu Semua Ada Alasannya Bung!


Memang tidak salah apabila pria akrab dengan banyak perempuan, sekedar untuk mencari dan membandingkan mana yang lebih nyambung dalam soal kehidupan di luar perasaan. Karena Bung akrab dengan 2 atau 3 perempuan, perilaku yang Bung lakukan kepada ketiganya pun sama sekedar untuk menjaga perasaan semoga tidak dianggap mempermainkan perasaan si nona.


Namun, si nona yang kerap ditanggapi hal-hal datar oleh Bung bakal nyerah juga. Karena wanita yaitu tipikal orang yang memikirkan perasaan bukan logika. Jadi, si nona pun merasa bahwa Bung tidak tertarik dengannya dan masuk akal saja jikalau si nona eksklusif pamit tanpa permisi. Ketika Bung mulai (lagi), tak pelak beliau bakal menyapa, “Hai teman, ke mana saja?”


Bung Tidak Memberikan Kesempatan kepada Si Nona untuk Mengutarakan Hal yang Sama


Memang tidak ada teori niscaya wacana cinta Ketika Si Nona Datang Entah Sebagai Teman atau Gebetan, Tenang, Itu Semua Ada Alasannya Bung!


Minimnya kesempatan yang Bung suguhkan kepada si nona menghadirkan suasana tidak seindah dibayangannya. Ketika si nona membayangkan relasi yang setara dan sepadan, Bung kerap tidak menunjukkan kesempatan. Kaprikornus tak salah jikalau beliau berpikir hanya dianggap sebagai teman.


Sebaliknya Bung melaksanakan hal tersebut karena menginginkan relasi yang saling tarik ulur atau kejar-kejaran. Layaknya sebuah sajak, “Kejarlah daku, maka kamu kutangkap”. Terlalu banyak perkiraan yang dirasakan Bung dan si nona menciptakan benang merah tidak terlaksana.


Atau Si Nona Memang Tidak Menginginkan Hubungan dengan Bung


Memang tidak ada teori niscaya wacana cinta Ketika Si Nona Datang Entah Sebagai Teman atau Gebetan, Tenang, Itu Semua Ada Alasannya Bung!


Perasaan tidak sanggup dijelaskan dengan kata-kata dan memang abstrak begitu adanya. Mungkin si nona tidak menginginkan relasi yang lebih dari sekedar sahabat karena ada hal-hal yang ditakutkan dibalik daya tarik Bung. Mungkin saja si nona tidak mau saat putus dengan Bung kemudian secara remeh sanggup bermusuhan. Kaprikornus si nona kerap jaga jarak saat Bung mengajak ke hal yang lebih intim, dating misalnya. Sad but true.