Febby Sagita, Bukan Kolektor Moge Biasa

Posted by Ganas003 on 20.48 in ,

Dahulu bisa dibilang keberadaan moge masih masuk kategori langka. Ketika itu mata gampang terbelalak ketika bertemu moge di tengah jalan. Namun 5 tahun ke belakang, motor-motor berkapasitas gambot ini mulai banyak bermunculan.


Tak cuma lewat importir umum, para ATPM juga mulai menjajal memasukan motor yang berkategori moge. Walhasil, kita jadi mulai merasa terbiasa ketika bertemu moge di jalan. Kendati begitu, tetap ada moge yang berhasil mencuri perhatian. Terutama motor-motor yang diproduksi dalam jumlah terbatas atau punya nilai historis tertentu.


Adalah Febyy Sagita yang bisa dibilang sebagai salah satu kolektor motor-motor “ajaib” tersebut. Dijamin ketika Bung menyambangi garasinya akan terpana melihat koleksi motornya.


Dahulu bisa dibilang keberadaan moge masih masuk kategori langka Febby Sagita, Bukan Kolektor Moge Biasa


Meski koleksi mentereng, tak perlu canggung berbincang dengan Febby Sagita. Karena laki-laki yang bersahabat disapa Om Febs ini populer ramah dan jauh dari kata sombong meski punya koleksi motor yang harga satuannya mencapai miliaran. Di akses youtubenya febs78 atau akun instagramnya @febs78, ia terlihat santai meladeni subscriber dan mereka yang berkomentar.


Wajar kalau Om Febs berperilaku konkret macam itu, alasannya yaitu laki-laki yang juga punya hobby balap ini bukan baru-baru ini saja punya moge. Sebelum mengkoleksi moge limited, ia sudah mulai berkenalan dengan banyak motor.


Ia mengaku keranjingan membalanjakan uangnya demi motor ber-CC besar, mulai dari MV Agusta F3, BMW 1200 GS, Honda CBR 600, Ducati Paul Smart hingga Yamaha R6. Motor-motor ini pernah dimilikinya secara bersamaan sekaligus.


“Jadi waktu itu gua sempet punya banyak motor dalam satu waktu bersamaan (salah satunya motor-motor yang sebutkan di atas). Tapi alasannya yaitu nggak punya daerah simpennya alias garasi gua cuma bisa bisa menampung 5 motor, kesudahannya gua jual-jualin” tutur Febby mengenang.


Dari sinilah kemudian Febby mulai “naik kelas” menentukan moge yang diproduksi terbatas atau punya nilai historis. Jumlah koleksinya mungkin jadi lebih sedikit namun nilai prestise dan keasikannya jadi lebih tinggi.


“Setelah menentukan menjual motor gue mulai ambil motor-motor yang limited. Di tahun 2014 gua udah kepikiran untuk koleksi motor (limited), alasannya yaitu gua berfikir mending gua kumpulin motor yang gua bisa koleksi usang dan punya nilai jual dan ada prestisenya” kata Febby.


Dahulu bisa dibilang keberadaan moge masih masuk kategori langka Febby Sagita, Bukan Kolektor Moge Biasa


Ducati Desmosedici RR kesudahannya jadi salah satu koleksinya yang paling mentereng dan dicintai Febby ketika ini. Seberapa istimewa motor ini? Ducati Desmosedici ini merupakan motor yang diproduksi tahun 2007 hingga 2008, dan dibentuk hanya 1.500 di seluruh dunia.


Dahulu bisa dibilang keberadaan moge masih masuk kategori langka Febby Sagita, Bukan Kolektor Moge Biasa


Motor ini intinya sama persis dengan motor Ducati yang digunakan di lintasan balap Moto GP tahun 2006. Menggunakan mesin V4 dengan body hingga footstep full carbon. Hanya saja karena ingin dijual sebagai motor yang legal di pakai di jalan, Ducati pun melengkapi motor ini dengan lampu depan dan lampu sein.


“Di zaman itu ga ada lah motor se-sophisticated itu teknologinya mirip Desmo yang horse power-nya udah 200, kalau liat shok depannya itu udah pake Ohlins FGR yang udah ada tabung gasnnya. Even hingga kini belum ada motor yang diproduksi masal pake shok bertabung gas begitu kecuali kawasaki ZX 10R tapi itu pun pakenya showa. Motor yang pake ohlins FGR yang pertama itu Desmo sesudah itu hingga kini nggak ada. Baru dibikin lagi sama BWM HP4 Race dan itu juga motor limited edition,” Kagum Febby pada Ducati Desmosedici.


Bukan cuma soal motornya yang istimewa cara mendapatkannya pun istimewa. Pasalnya untuk di Indonesia, Desmosedici ini hanya ada 5 motor. Dimana hanya 2 diantaranya yang dilengkapi surat resmi, termasuk milik Om Febs tersebut.


Dahulu bisa dibilang keberadaan moge masih masuk kategori langka Febby Sagita, Bukan Kolektor Moge Biasa


Bagaimana ia bisa memilikinya? Ketika itu ada kerabatnya yang ingin menjual motor tersebut lengkap dengan surat. Jelas hal ini bikin Om Febs pun tergoda. Tanpa basa-basi ia eksklusif melego dua motor di garasinya untuk memboyong motor yang konon harganya kini sudah mencapai lebih dari 2-3 miliar tersebut.


“Gua waktu itu dapatnya second, jadi dulu ada anak Ducati usang yang punya Ducati Desmosedici ini. Dia beli di tahun 2009. Waktu itu alasan ia jual alasannya yaitu khawatir anaknya akan mau pake motor tersebut. Sementara ia nggak mempunyai kepercayaan kepada anaknya. Apalagi motornya pun juga masih berada di angka 600 atau 800 KM, jadi memang jarang dipakai” Ungkap Om Febs.


Urusan pertambahan kilometer Ducati Desmosedici RR ini juga salah satu sektor yang menarik untuk dibahas. Lantaran sebagai motor canggih, sudah niscaya motor ini pun mempunyai perawatan yang sangat amat mahal Bung.


Menurut penuturan Om Febs biaya servis-nya pun bisa mencapai angka 12.000 USD atau setara Rp 150 juta! dengan catatan motor ini sudah mencapai 10.000 KM dan sangat diwajibkan untuk mengganti komponen yang ada di dalamnya mirip Ring Seher, Piston, Tiang Piston dan suku cadang lainnya.


Dahulu bisa dibilang keberadaan moge masih masuk kategori langka Febby Sagita, Bukan Kolektor Moge Biasa


Eitss, Rp 150 juta itu belum termasuk jasa servisnya Bung. Itu pun biaya dua tahun kemudian ketika Om Febs mengeceknya di Amerika. Kalau di tahun 2018 mungkin bisa lebih. Itu juga yang menjadi alasan kenapa Om Febs sangat jarang menggunakan motor ini. Ia mengaku hanya memakainya ketika ada event besar saja, khususnya event Ducati.


“Gua nggak ekspetasi hingga 10.000. KM juga Ducati Desmo gua. Bahkan, di luar negri motor Desmo yang menyentuh angka hingga 10.000 km itu jarang, dan udah banyak yang nggak keluar kini jadi ibaratnya dimuseumkan. Bahkan 5 tahun belakang motor ini sudah menjadi koleksi banget jadi udah jarang keluar,” celotehnya.


Dahulu bisa dibilang keberadaan moge masih masuk kategori langka Febby Sagita, Bukan Kolektor Moge Biasa


Itu hanya salah satu koleksinya. Karena selain Ducati Desmosedici RR, Om Febs pun mempunyai motor koleksi lainya. Seperti MV Agusta F4, Yamaha R1 M, Aprilia RSV4 RF dan Honda RVF 400 keluaran tahun 1994.


Dahulu bisa dibilang keberadaan moge masih masuk kategori langka Febby Sagita, Bukan Kolektor Moge Biasa


Masing-masing bisa dibilang berstatus “motor yang jarang terlihat”. Ambil teladan Yamaha R1 M miliknya yang cuma ada 7 di Indonesia, sementaran Aprilia RSV4 RF malah cuma ada 2 di Indonesia. Tak berhenti hingga disitu, secara jujur ia menyampaikan masih berhasrat untuk menambah koleksinya.


Dahulu bisa dibilang keberadaan moge masih masuk kategori langka Febby Sagita, Bukan Kolektor Moge Biasa


“Ada dua sih bahu-membahu yang ketika ini ingin dimiliki, pertama BMW HP4 Race sama Honda RC123V-S ya motor Marc Marquez yang dipake di Moto GP. cuma si Honda RC123V-S harganya masih nggak make sense bagi gue, alasannya yaitu kalau disuratin (dibaca paper) bisa mencapai Rp 9 Milliar. Makanya gua masih belom kepikiran (beli)” terperinci om Febs.


Yup itulah Om Febs dan koleksinya. Baginya motor yaitu sesuatu yang tidak sanggup terlepas dan sudah menjadi soul mate. Bahkan ketika orang bilang terlalu gila untuk mengeluarkan kocek sedalam itu untuk motor yang bakal kena panas dan hujan, itu pun tak menciptakan bergeming. Karena satu hal berdasarkan Om Febs, bung tidak bisa menilai hobi dan hati seseorang dari sebuah barang. Ibarat pecahan jiwa seberapa besar pun biaya-nya, apabila masih sanggup, niscaya akan dilakoninya.


Apalagi motor limited edition macam ini tidak hanya sebagai tunggangan biasa saja, namun bisa menjadi nilai investasi tinggi. Terutama bagi yang mempunyai surat mirip motor koleksi yang dimiliki oleh Om Febs. Harga jual kembalinya akan terus mengalami kenaikan. Kaprikornus bung siap mengikuti jejak Om Febs?